Konsep Sistem Database dan Perancangan Database

 

Konsep Sistem Database dan Perancangan Database

Database adalah suatu susunan/kumpulan data operasional lengkap dari suatu organisasi/perusahaan yang diorganisir/dikelola dan simpan secara terintegrasidengan menggunakan metode tertentu dengan menggunakan komputer sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakainya.

Sistem Database adalah suatu sistem penyusunan dan pengelolaan record-record dengan menggunakan komputer, dengan tujuan untuk menyimpan atau merekam serta memelihara data operasional lengkap sebuah organisasi/perusahaan sehingga mampu menyediakan informasi yang diperlukan pemakai untuk kepentingan proses pengambilan keputusan.

Prinsip Utama Database adalah pengaturan data debgan tujuan utama fleksibelitas dan kecepatan pada saat pengambilan data kembali. Adapun ciri0ciri basis data diantaranya adalah sebagai berikut :

  1. Efisiensi meliputi kecepatan, ukuran dan ketetapan
  2. Data dalam Jumlah Besar
  3. Berbagi Pakai (dipakai bersama-sama/Sharebillity).
  4. Mengurangi bahkan menghilangkan terjadinya duplikasi dan ketidak konsistenan data

 

Normalisasi

  • Menurut Nugroho (2011:199) “Normalisasi adalah tahapan-tahapan yang masing-masing berhubungan dengan bentuk normal”.
  • Menurut Paillin (2012:69) “Normalisasi adalah proses pengelompokan elemen data menjadi tabel-tabel yang menunjukan entity dan relasinya”.
  • Menurut Sutabri (2005:181) “Normalisasi adalah suatu teknik yang menstrukturkan data dalam cara tertentu untuk membantu mengurangi atau mencegah timbulnya masalah yang berhubungan dengan pengolahan data dalam database”.

 

Tujuan dari Normalisasi

  • Mengurangi redudansi data.
  • Perubahan data (penyisipan, pengubahan dan penghapusan) terjadi hanya pada     kelompok data tersebut.
  • Mencegah anomali pada data (keanehan pada proses penyisipan, pengubahan dan penghapusan).
  • Struktur data mudah dipahami dan dikembangkan.

 

Proses Normalisasi

Data diuraikan dalam bentuk tabel, selanjutnya dianalisis berdasarkan persyaratan tertentu ke beberapa tingkat.

Apabila tabel yang diuji belum memenuhi persyaratan tertentu, maka tabel tersebut perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.

 

Tahapan Normalisasi

  1. Bentuk Normal I (First Normal Form / 1-NF).

Suatu relasi memenuhi 1-NF jika dan hanya jika setiap atribut dari relasi tersebut hanya memiliki nilai tunggal dalam satu baris atau record.

Aturan :

Mendefinisikan atribut kunci

Tidak adanya group berulang

Semua atribut bukan kunci tergantung pada atribut kunci

  1. Bentuk Normal II (Second Normal Form / 2-NF).

Aturan :

Sudah memenuhi dalam bentuk normal kesatu,

Sudah tidak ada ketergantungan parsial, dimana seluruh field hanya tergantung pada sebagian field kunci.

Atau dengan kata lain suatu relasi memenuhi 2-NF jika dan hanya jika :

  1. Memenuhi 1-NF.
  2. Setiap atribut yang bukan kunci utama tergantung secara fungsional terhadap semua atribut kunci dan bukan hanya sebagian atribut.

Jika suatu relasi memenuhi 1-NF dan relasi tersebut memiliki tepat satu atribut yang membentuk kunci utama, maka relasi tersebut memenuhi 2-NF.

Rasionalisasi 2-NF :

  1. Memiliki semantik yang lebih eksplisit dari 1-NF.
  2. Mencegah beberapa kondisi anomali dalam update data.

 

  1. Bentuk Normal III (Third Normal Form / 1-NF).

Suatu relasi memenuhi bentuk III (3-NF) jika dan hanya jika :

  1. Relasi tersebut memenuhi 2-NF.
  2. Setiap atribut bukan kunci tidak tergantung secara fungsional kepada atribut bukan kunci yang lain dalam relasi tersebut.

Atau dengan kata lain :Sudah berada dalam bentuk normal kedua

Tidak ada ketergantungan transitif (dimana field bukan kunci tergantung pada field bukan kunci lainnya).

Suatu relasi yang memenuhi 2-Nf dan hanya memiliki satu atribut bukan kunci selalu memenuhi 3-NF.

  1. Bentuk Normal Boyce-Codd (Boyce-Codd Normal Form / BCNF).

Suatu relasi memenuhi BCNF jika dan hanya jika setiap determinan yang ada pada relasi tersebut adalah kunci kandidat (candidate keys). Determinan adalah gugus atribut dimana satu atau lebih atribut lain tergantung secara fungsional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *